Selasa, 27 Maret 2012

EKOLOGI LAUT TROPIS






Definisi Terumbu Karang 

TERUMBU KARANG tersusus atas dua kata, yaitu terumbu dan karang, yang memiliki makna masing-masing yang berbeda. Terumbu (reef) adalah endapan masif batu kapur (limestone) terutama kalsium karbonat (CaCo3) yang utamanya dihasilkan oleh hewan karang dan biota-biota lain yang mensekresi kapur seperti alga berkapur dan moluska. Terumbu adalah punggung laut yang terbentuk oleh batu karang atau pasir di dekat permukaan air. Sedangkan Karang (coral) atau yang biasa disebut juga karang batu adalah hewan dari ordo scleractinia yang mampu mensekresi CaCo3. Hewan karang tunggal ini umumnya disebut polip. TERUMBU KARANG adalah sekumpulan hewan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooanhellae. Terumbu karang termasuk dalam jenis filum Cnidaria kelas Anthozoa yang memiliki tentakel. 


 
Gambar Terumbu karang
(http://abdul-kholik.tripod.com/potensi_biotik.htm)



HABITAT terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir pantai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. Beberapa tipe terumbu karang dapat hidup jauh di dalam laut dan tidak memerlukan cahaya, tetapi terumbu karang tersebut tidak bersimbiosis dengan zooxanhellae dan tidak membentuk karang.
EKOSISTEM terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif pada perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami. Untuk dapat bertumbuh dan berkembang biak secara baik, terumbu karang membutuhkan kondisi lingkungan hidup yang optimal, yaitu pada suhu hangat sekitar di atas 20° C terumbu karang juga memilih hidup pada lingkungan perairan yang jernih dan tidak berpolusi. Hal ini dapat berpengaruh pada penetrasi cahaya oleh terumbu karang. Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan fotosintesis. Polip-polip penyusun terumbu karang yang terletak pada bagian atas dapat menangkap makanan yang terbawa arus laut dan juga melakukan fotosisntesis.
  

Tipe-tipe terumbu karang :
Berdasarkan bentuk dan hubungan perbatasan tumbuhnya terumbu karang dengan daratan, terdapat tiga klasifikasi tipe terumbu karang, yaitu :
1.       Terumbu karang tepi (fringing reefs)
Terumbu karang tepi berkembang di pesisir pantai dari pulau-pulau besar. Perkembangannya bisa mencapai kedalaman 40 meter dengan pertumbuhan ke atas dan ke arah luar menuju laut lepas. Dalam proses perkembangannya, terumbu ini berbentuk melingkar yang ditandai dengan adanya bentukan ban atau bagian endapan karang mati yang mengelilingi pulau. Pada pantai yang curam, pertumbuhan terumbu jelas mengarah secara vertikal. Contoh : Bunaken (Sulawesi), P. Panaitan (Banten), Nusa dua (Bali).


2.       Terumbu karang penghalang (barrier reefs)
Terumbu karang ini terletak pada jarak yang relatif jauh dari pulau, sekitar 0,52 km ke arah laut lepas dengan dibatasi oleh perairan berkedalaman hingga 75 meter. Terkadang membentuk lagoon (kolam air) atau celah perairan yang lebarnya mencapai puluhan kilometer. Umumnya karang penghalang tumbuh di sekitar pulau yang sangat besar atau benua dan membentuk gugusan pulau karang yang terputus-putus. Contoh : Great Barrier Reef (Australia), Spermonde (Sulawesi Selatan), Banggai kepulauan (Sulawesi Tengah). 


3.       Terumbu karang cincin (Atolls)
Terumbu karang yang berbentuk cinci yang mengelilingi batas dari pulau-pulau vulkanik yang tenggelam sehingga tidak terdapat pembatas dengan daratan. Menurut Darwin, terumbu karang cincin merupakan proses lanjutan dari terumbu karang penghalang, dengan kedalaman rata-rata 45 meter. Contoh : Taka Bone Rate (Sulawesi), Maratua (Kalimantan Selatan), Pulau Dana (NTT), Mapia (Papua).




Gambar Tipe-tipe terumbu karang, yaitu terumbu karang tepi (kiri), terumbu karang penghalang (tengah), dan terumbu karang cincin (kanan). 


MANFAAT terumbu karang mengandung berbagai manfaat yang sangat besar dan beragam, baik secara ekologi maupun ekonomi. Manfaat dari terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah :
  • Sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan oleh manusia dalam bidang pangan. Seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning. 
  • Pariwisata, wisata bahari untuk melihat keindahan bentuk dan warnanya. 
  • Penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya yang terkandung di dalamanya.
Yang termasuk pemanfaatan secara tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan oleh gelombang dan ombak laut serta sebagai sumber keanekaragaman hayati.
Adapun faktor-faktor pembatas dari terumbu karang yang akan dijelaskan pada blog



Tidak ada komentar:

Posting Komentar